SCOUTS RESCUE (SAR)
Unit Rescue Kota PEMATANGSIANTAR. Wilayah Provinsi Sumatera Utara
SCOUTS RESCUE KOTA PEMATANG SIANTAR. ...." BE RESCUER FOR OUR CITY... !! "
SAR serta berjiwa sebagai RELAWAN, Bukan KARYAWAN.
Saat ini SCOUT'S RESCUE KOTA PEMATANG SIANTAR berkantor di :Jalan Bandung No. 2B Pematangsiantar sebagai PUSAT KENDALI OPRASI.
Rabu, 02 Agustus 2017
Senin, 12 Desember 2011
Selasa, 05 April 2011
MEDAN BANJIR!!!
Medan di landa banjir akibat hujan yang turun di beberapa daerah. Dari beberapa sumber mengatakan banjir terjadi dari subuh hingga kini jam 12:00 wib melum mengalami penurunan bahkamn air terus naik hingga satu meter. Mereka juga menginginkan poihak-pihak terkait dapat memberuikan bantuan dan untuk selanjutnya dapt menggtasi permasalahan ini agar tidak terulang lagi. Dari pantauan kami di beberapa daerah mengalami kemacetan akibat banjir yang melanda kota medan.
RAKORNIS BIDANG OPERASI 2011
Rabu, 07 Desember 2011 13:10
RAKORNIS BIDANG OPERASI 2011
JAKARTA – Direktorat Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional menggelar Rapat Kerja Teknis Bidang Operasi Tahun 2011. Rakernis yang diadakan di Aula Lantai 12 Gedung Basarnas, Jl Angkasa Blok B-15 Kav. 2-3 Kemayoran, Jakarta Pusat tersebut berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 7 s/d 9 Desember 2011. Tema Rakernis kali ini adalah “Optimalisasi Sinergi Bidang Operasi, Bidang Potensi, Sekretariat dan UPT Basarnas dalam Pemenuhan Response Time pada Penyelenggaraan Operasi SAR Dalam Musibah dan Bencana”.
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Daryatmo SIP, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Utama (Sestama) Basarnas, Drs Max Ruland B, MM, MSc, menegaskan Rakernis merupakan wahana untuk melakukan evaluasi kinerja di bidang penyelenggaraan operasi.
“Sampai dimana tingkat keberhasilan serta faktor-faktor penghambat operasi sehingga kita dapat mencari solusi untuk memecahkannya,” tegasnya.
Selain itu, Rakernis hendaknya menjadi wadah untuk saling memberikan masukan, sumbang saran atas penyelenggaraan operasi yang telah dilakukan selama tahun 2011, sehingga di tahun berikutnya bisa berlangsung lebih optimal. Rakornis Bidang Operasi ini juga sebagai wadah koordinasi, evaluasi dan sosialisasi dalam bidang operasi antara Kantor Pusat dan Kantor SAR.
“Tantangan kita dalam penyelenggaraan operasi SAR, antara lain bagaimana mempersingkat response time dan mempererat koordinasi dengan potensi SAR. Dengan mempersingkat response time, kerja sama dan koordinasi serta penerapan sistem informasi dan teknologi yang memadai, maka segala kekurangan dan hambatan yang kita hadapi dapat teratasi. Dengan demikian tercipta sinergi positif dalam pelaksanaan operasi SAR yang cepat, handal dan aman, sehingga jumlah korban musibah dan bencana dapat ditekan seminimal mungkin,” tegasnya.
Sementara Direktur Operasi dan Latihan Marsekal Pertama TNI Sunarbowo Sandi menerangkan, peserta Rakernis meliputi pejabat Eselon I, II, III dan IV di lingkungan Basarnas; 24 Kepala Kantor SAR, 12 Kasi/Kasubsi Operasi, 6 Koordinator Pos, dan 6 nakhoda rescue boat. Sedangkan pengarah dan narasumbernya terdiri dari pejabat Eselon I dan II di lingkungan Basarnas, serta seorang pejabat dari Badan Intelejen Negara (BIN).
“Kami harapkan kepada seluruh peserta rapat untuk memanfaatkan Rakernis ini secara produktif sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya meningkatkan eksistensi pelayanan jasa SAR kepada masyarakat,” tegas Direktur Operasi.
Ruang lingkup Rakernis meliputi Penyelenggaraan Operasi SAR yang membahas tentang Respon Time, Pengarahan dan Pengendalian, Koordinasi SAR, Evaluasi Penyelenggaraan Operasi SAR, Penyelenggaraan Siaga SAR, Penyelenggaran Latihan SAR, dan Sosialiasai Hasil Pokja Bidang Operasi Tahun 2011.
Ruang lingkup yang kedua berupa masukan dari Kantor SAR yang meliputi Masalah Penyelenggaraan Operasi SAR, Koordinasi SAR, Siaga SAR, Latihan SAR, dan Sosialisasi Hasil Program Kerja Basarnas Tahu 2011. Sedangkan lingkup ketiga adalah sosialisasi hasil program kerja Badan SAR Nasional Tahun 2011 yang meliputi sosialiasi draft revisi peraturan Kabasarnas Nomor PK 21 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Operasi SAR, PK 22 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR dan PK 23 tentang Petunjuk Pelaksanaan Siaga SAR.
RAKORNIS BIDANG OPERASI 2011
JAKARTA – Direktorat Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional menggelar Rapat Kerja Teknis Bidang Operasi Tahun 2011. Rakernis yang diadakan di Aula Lantai 12 Gedung Basarnas, Jl Angkasa Blok B-15 Kav. 2-3 Kemayoran, Jakarta Pusat tersebut berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 7 s/d 9 Desember 2011. Tema Rakernis kali ini adalah “Optimalisasi Sinergi Bidang Operasi, Bidang Potensi, Sekretariat dan UPT Basarnas dalam Pemenuhan Response Time pada Penyelenggaraan Operasi SAR Dalam Musibah dan Bencana”.
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Daryatmo SIP, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Utama (Sestama) Basarnas, Drs Max Ruland B, MM, MSc, menegaskan Rakernis merupakan wahana untuk melakukan evaluasi kinerja di bidang penyelenggaraan operasi.
“Sampai dimana tingkat keberhasilan serta faktor-faktor penghambat operasi sehingga kita dapat mencari solusi untuk memecahkannya,” tegasnya.
Selain itu, Rakernis hendaknya menjadi wadah untuk saling memberikan masukan, sumbang saran atas penyelenggaraan operasi yang telah dilakukan selama tahun 2011, sehingga di tahun berikutnya bisa berlangsung lebih optimal. Rakornis Bidang Operasi ini juga sebagai wadah koordinasi, evaluasi dan sosialisasi dalam bidang operasi antara Kantor Pusat dan Kantor SAR.
“Tantangan kita dalam penyelenggaraan operasi SAR, antara lain bagaimana mempersingkat response time dan mempererat koordinasi dengan potensi SAR. Dengan mempersingkat response time, kerja sama dan koordinasi serta penerapan sistem informasi dan teknologi yang memadai, maka segala kekurangan dan hambatan yang kita hadapi dapat teratasi. Dengan demikian tercipta sinergi positif dalam pelaksanaan operasi SAR yang cepat, handal dan aman, sehingga jumlah korban musibah dan bencana dapat ditekan seminimal mungkin,” tegasnya.
Sementara Direktur Operasi dan Latihan Marsekal Pertama TNI Sunarbowo Sandi menerangkan, peserta Rakernis meliputi pejabat Eselon I, II, III dan IV di lingkungan Basarnas; 24 Kepala Kantor SAR, 12 Kasi/Kasubsi Operasi, 6 Koordinator Pos, dan 6 nakhoda rescue boat. Sedangkan pengarah dan narasumbernya terdiri dari pejabat Eselon I dan II di lingkungan Basarnas, serta seorang pejabat dari Badan Intelejen Negara (BIN).
“Kami harapkan kepada seluruh peserta rapat untuk memanfaatkan Rakernis ini secara produktif sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya meningkatkan eksistensi pelayanan jasa SAR kepada masyarakat,” tegas Direktur Operasi.
Ruang lingkup Rakernis meliputi Penyelenggaraan Operasi SAR yang membahas tentang Respon Time, Pengarahan dan Pengendalian, Koordinasi SAR, Evaluasi Penyelenggaraan Operasi SAR, Penyelenggaraan Siaga SAR, Penyelenggaran Latihan SAR, dan Sosialiasai Hasil Pokja Bidang Operasi Tahun 2011.
Ruang lingkup yang kedua berupa masukan dari Kantor SAR yang meliputi Masalah Penyelenggaraan Operasi SAR, Koordinasi SAR, Siaga SAR, Latihan SAR, dan Sosialisasi Hasil Program Kerja Basarnas Tahu 2011. Sedangkan lingkup ketiga adalah sosialisasi hasil program kerja Badan SAR Nasional Tahun 2011 yang meliputi sosialiasi draft revisi peraturan Kabasarnas Nomor PK 21 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Operasi SAR, PK 22 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR dan PK 23 tentang Petunjuk Pelaksanaan Siaga SAR.
Selasa, 16 November 2010
Senin, 27 September 2010
status Gn, SINABUNG
Gn, SINABUNG kini masih ber status "AWAS"
info ini di peroleh dr BMG PROVSU 2010
info ini di peroleh dr BMG PROVSU 2010
Kamis, 10 Juni 2010
tim relawan
masih perlukah pengadaan organisasi sosial.. mengingat organisasi relawan sudah mulai hilang kepercayaan dr masyarakat luas.. sperti contoh pada penyerangan kapal MER-C yg di serang oleh pasukan israel. itu merupakan salah satu bukti bahwa orgAnisasi relawan sudah mulai tidak di percaya lagi. apa tanggapan kalian..
Langganan:
Komentar (Atom)
